Tuesday, 29 October 2013

PENDEKATAN SOSIOLOGI DALAM KAJIAN ISLAM

Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Metodologi Studi Islam
Mata kuliah :  Metodologi Studi Islam
Dosen Pengampu : Bapak Maghfur Ahmad









 Oleh:
Ali Imron (2011113024)
Kelas A
                                                                              










JURUSAN AL AKHWAL AL SAKHSIYYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN) PEKALONGAN
TAHUN 2013
Pendekatan Sosiologi dalam Kajian Islam
1.        Apa yang dimaksud sosiologi?
Menurut kamus umum bahasa indonesia, sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan, ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat atau sifatnya masyarakat.
Menurut kamus sosiologi, sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial, proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial dan masalah-masalah sosial.
Menurut Hartini, sosiologi adalah ilmu masyarakat, ilmu pengetahuan yang mempelajari perkembangan dan prinsip-prinsip organisasi sosial. Umumnya tingkah laku kelompok sebagai perbedaan dari tingkah laku individu dan kelompok.
Sementara itu, Soerjono Soekanto mengartikan sosiologi sebagai ilmu pengetahuan yang membatasi diri terhadap persoalan penilaian. Sosiologi tidak menetapkan ke arah mana sesuatu seharusnya berkembang dalam arti memberi petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan dari proses kehidupan bersama tersebut. Dalam sosiologi juga dibahas tentang proses-proses sosial mengikat bahwa pengetahuan perihal struktur masyarakat saja belum cukup untuk memperoleh gambaran yang nyata mengenai kehidupan bersama dari masyarakat.
Dari definisi tersebut terlihat bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang menggambarkan tentang keadaan masyarakat lengkap dengan struktur, lapisan, serta berbagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan.

2.        Apa bedanya sosiologi dengan antropologi?

No
Perbedaan antara Studi Antropologi dengan Studi Sosiologi
Antropologi
Sosiologi
1
Obyek kajian terhadap budaya yang ada pada  manusia
Obyek kajian studi lebih dipusatkan pada Masyarakat
2
Metode penelitian menggunakan Deskriptif, Kualitatif, Holistik, dan Komparatif
Metode penelitian lebih dipusatkan pada Kuantitatif daripada kualitatif karena sosiologi mempelajari kehidupan masyarakat dan harus mengunakan data statistik untuk mendapatkan data yang otentik dan valid.
3
Antropologi mempelajari tentang budaya yang ada pada kalangan masyarakat dalam suatu etnis tertentu. Tentunya antropologi lebih juga menitikberatkan pada personal dan penduduk yang merupakan masyarakat tunggal
Ranah keilmuan banyak mempelajari segala hal tentang masyarakat hingga solusi-solusi yang menciptakan integrasi masyarakat.


3.        Topik apa saja yang dibahas dalam sosiologi?
Selain yang dijelaskan sebelumnya, sosiologi juga membahas tentang komoditas, penelitian tentang kejahatan, keluarga, sosiologi sejarah ekologi manusia,geografi manusia, sosiologi industri, lembaga, hubungan antar kelompok,metodelogi sosiologi politik, penduduk (termasuk eguenik dan eutenik), sosiologi pedesaan, pengendalian sosial, kekacauan sosial (termasuk masalah sosial dan patologi sosial), organisasi, psikiatri sosial, sosial pengetahuan, sosiologi agama, sosiometri, dan sosiologi kota.

4.        Apa relevansi sosiologi dengan agama/Islam?
Melalui pendekatan sosiologi agama akan dipahami dengan mudah, karena agama itu sendiri diturunkan untuk kepentingan sosial. Dalam Alquran misalnya kita jumpai ayat-ayat berkenaan dengan hubungan manusia dengan manusia lainnya, sebab-sebab yang menyebabkan kemakmuran suatu bangsa, dan sebab-sebab yang menyebabkan kesengsaraan suatu bangsa.

5.        Sebutkan fungsi sosial agama dalam kehidupan manusia?
Fungsi Sosial Agama
Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat dari dua sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang menyatukan (integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor). Pembahasan fungsi sosial agama dijelaskan secara terpisah yaitu fungsi integrative dan disintegrative.
Ø  Fungsi Integratif Agama
Peranan sosial agama sebagai faktor integratif bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama, baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya konsensus dalam masyarakat.
Ø  Fungsi Disintegratif Agama.
Meskipun agama memiliki peranan sebagai kekuatan yang mempersatukan, mengikat, dan memelihara eksistensi suatu masyarakat, pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan sebagai kekuatan yang mencerai-beraikan, memecah-belah bahkan menghancurkan eksistensi suatu masyarakat. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya agama dalam mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali mengabaikan bahkan menyalahkan eksistensi pemeluk agama lain.

6.        Mengapa agama (Islam) sering dinilai sebagai penyebab konflik sosial? Setujukah anda dengan statemen ini? Jelaskan!
Agama (islam) sering dinilai sebagai penyebab konflik sosial ini karena banyak ayat-ayat alquran dan hadis-hadis nabi yang proposi terbesar kedua sumber hukum islam itu berkenaan dengan urusan muamalah (sosial) namun terdapat opnum-opnum tertentu yang tidak memahami islam secara utuh.
Saya tidak setuju jika islam dikatakan sebagai penyebab konflik sosial, karena pada dasarnya agama islam itu sendiri diturunkan untuk kepentingan sosial, banyak ayat-ayat alquran dan hadis-hadis nabi yang proposi terbesar kedua sumber hukum islam itu berkenaan dengan urusan muamalah jika kita dapat memahaminya dengan pemahaman yang benar ini justru agama sangat membantu dalam memahami masalah-masalah sosial.

7.        Mengapa sosiologi penting dijadikan sebagai alat untuk memahami Islam?
Sosiologi dapat digunakan sebagai salah satu pendekatan dalam memahami agama. Hal demikian dapat dimengerti, karena banyak bidang kajian agama yang baru dapat dipahami secara proposonal dan tepat apabila mengunakan jasa pengetahuan ilmu sosial.
Menurut Jalaluddin Rakhmat dalam Islam Alternatif menunjukan lima alasan pokok untuk memahami agama melalui pendekatan sosiologi ini. Alasan tersebut adalah sebagai berikut:
a.       Dalam alquran atau kitab-kitab hadis, proporsi terbesar kedua sumber hukum islam itu berkenaan dengan urusan muamalah. Menurut Ayatullah Khomeini dalam bukunya Al-Hukumah Al-Islamiyah yang dikutip Jalaluddin Rakhmat dikemukakan bahwa perrbandingan antara ayat-ayat ibadah satu banding seratus untuk satu ayat ibadah.
b.      Bahwa ditekannya masalah muamalah (sosial) dalam islam adalah kenyataan bahwa apabila urusan ibadah bersamaan waktunya dengan urusan sosial yang penting, maka ibadah boleh diperpendek.
c.       Bahwa ibadah yang mengandung segi kemasyarakatan akan diberi ganjaran lebih besar dari pada yang bersifat perorangan.
d.      Dalam islam terdapat ketentuan bila urusan ibadah dilakukan tidak sempurna atau batal, karena melanggar pantangan, maka tebusannya adalah melakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan sosial.
e.       Dalam islam terdapat ajaran bahwa amal baik dalam bidang kemasyarakatan mendapat ganjaran lebih besar dari pada ibadah sunah.

8.        Bagaimana cara memahami Islam dengan pendekatan sosiologi?
Penjelasan bagaimanapun tentang agama tidak pernah tuntas tanpa mengikut sertakan aspek-aspek sosiologinya. Agama yang menyangkut kepercayaan serta berbagai praktiknnya benar-benar merupakan masalah sosial dan sampai saat ini senantiasa ditemukan dalam setiap masyarakat, manusia dimana kita memiliki berbagai catatan bagaimana seharusnya menyikapi masalah ini dari sudut pandang sosiologi. Agama telah dicirikan sebagai pemersatu aspirasi manusia, sebagai sejumlah besar moralitas, sumber tatanan masyarakat dan perdamaian bagi individu sebagai sesuatu yang memuliakan dan membela manusia yang beradab.
Menurut Emile Durkheim seorang pelopor sosiologi agama mengatakan bahwa agama merupakan sumber semua kebudayaan yang sangat tinggi.
Menurut Thomas F.O. Dea, mengatakan bahwa agama merupakan candu bagi manusia. Agama menunjukkan semangat aktivitas manusia dan sejumlah bentuk-bentuk sosial yang mempunyai cara penting, mendekati aspek ekstensi manusia yang berisi aspek kehidupan manusia.
9.        Sebutkan hasil-hasil kajian Islam dengan pendekatan sosiologi?
·         Peristiwa  Nabi Yusuf dahulu budak lalu akhirnya bisa menjadi penguasa di Mesir, dapat ditemukan hikmahnya dan jawabannya dengan bantuan ilmu sosiologi.
·         Mengapaa dalam melaksanakan tugasnya Nabi Musa harus dibantu Nabi Harun, ini juga hanya dapat dijawab dan ditemukan hikmahnya denagan bantuan ilmu sosiologi.

http://aliboneng.blogspot.com/2013/10/pendekatan-sosiologi-dalam-kajian-islam.html


0 comments: