Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah
Metodologi Studi Islam
Mata kuliah : Metodologi Studi Islam
Dosen Pengampu :
Bapak Maghfur Ahmad
Oleh:
Ali Imron (2011113024)
Kelas A
JURUSAN AL AKHWAL AL SAKHSIYYAH
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI (STAIN)
PEKALONGAN
TAHUN 2013
Pendekatan Sosiologi dalam Kajian Islam
1.
Apa yang dimaksud sosiologi?
Menurut kamus umum bahasa indonesia, sosiologi adalah
ilmu kemasyarakatan, ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan
dengan masyarakat atau sifatnya masyarakat.
Menurut kamus sosiologi, sosiologi adalah ilmu yang
mempelajari struktur sosial, proses sosial, termasuk perubahan-perubahan sosial
dan masalah-masalah sosial.
Menurut Hartini, sosiologi adalah ilmu masyarakat,
ilmu pengetahuan yang mempelajari perkembangan dan prinsip-prinsip organisasi
sosial. Umumnya tingkah laku kelompok sebagai perbedaan dari tingkah laku
individu dan kelompok.
Sementara itu, Soerjono Soekanto mengartikan sosiologi
sebagai ilmu pengetahuan yang membatasi diri terhadap persoalan penilaian.
Sosiologi tidak menetapkan ke arah mana sesuatu seharusnya berkembang dalam arti
memberi petunjuk-petunjuk yang menyangkut kebijaksanaan kemasyarakatan dari
proses kehidupan bersama tersebut. Dalam sosiologi juga dibahas tentang
proses-proses sosial mengikat bahwa pengetahuan perihal struktur masyarakat
saja belum cukup untuk memperoleh gambaran yang nyata mengenai kehidupan
bersama dari masyarakat.
Dari definisi tersebut terlihat bahwa sosiologi adalah
suatu ilmu yang menggambarkan tentang keadaan masyarakat lengkap dengan
struktur, lapisan, serta berbagai gejala sosial lainnya yang saling berkaitan.
2.
Apa bedanya sosiologi dengan antropologi?
No
|
Perbedaan
antara Studi Antropologi dengan Studi Sosiologi
|
|
Antropologi
|
Sosiologi
|
|
1
|
Obyek
kajian terhadap budaya yang ada pada manusia
|
Obyek
kajian studi lebih dipusatkan pada Masyarakat
|
2
|
Metode
penelitian menggunakan Deskriptif, Kualitatif, Holistik, dan Komparatif
|
Metode
penelitian lebih dipusatkan pada Kuantitatif daripada kualitatif karena
sosiologi mempelajari kehidupan masyarakat dan harus mengunakan data
statistik untuk mendapatkan data yang otentik dan valid.
|
3
|
Antropologi
mempelajari tentang budaya yang ada pada kalangan masyarakat dalam suatu
etnis tertentu. Tentunya antropologi lebih juga menitikberatkan pada personal
dan penduduk yang merupakan masyarakat tunggal
|
Ranah
keilmuan banyak mempelajari segala hal tentang masyarakat hingga
solusi-solusi yang menciptakan integrasi masyarakat.
|
3.
Topik apa saja yang dibahas dalam sosiologi?
Selain yang dijelaskan sebelumnya,
sosiologi juga membahas tentang komoditas, penelitian tentang kejahatan,
keluarga, sosiologi sejarah ekologi manusia,geografi manusia, sosiologi
industri, lembaga, hubungan antar kelompok,metodelogi sosiologi politik, penduduk
(termasuk eguenik dan eutenik), sosiologi pedesaan, pengendalian sosial,
kekacauan sosial (termasuk masalah sosial dan patologi sosial), organisasi, psikiatri
sosial, sosial pengetahuan, sosiologi agama, sosiometri, dan sosiologi kota.
4.
Apa relevansi sosiologi dengan agama/Islam?
Melalui pendekatan sosiologi agama akan
dipahami dengan mudah, karena agama itu sendiri diturunkan untuk kepentingan
sosial. Dalam Alquran misalnya kita jumpai ayat-ayat berkenaan dengan hubungan
manusia dengan manusia lainnya, sebab-sebab yang menyebabkan kemakmuran suatu
bangsa, dan sebab-sebab yang menyebabkan kesengsaraan suatu bangsa.
5.
Sebutkan fungsi sosial agama dalam kehidupan manusia?
Fungsi Sosial Agama
Secara sosiologis, pengaruh agama bisa dilihat
dari dua sisi, yaitu pengaruh yang bersifat positif atau pengaruh yang
menyatukan (integrative factor) dan pengaruh yang bersifat negatif atau
pengaruh yang bersifat destruktif dan memecah-belah (desintegrative factor).
Pembahasan fungsi sosial agama dijelaskan secara terpisah yaitu fungsi
integrative dan disintegrative.
Ø
Fungsi
Integratif Agama
Peranan sosial agama sebagai faktor integratif
bagi masyarakat berarti peran agama dalam menciptakan suatu ikatan bersama,
baik diantara anggota-anggota beberapa masyarakat maupun dalam
kewajiban-kewajiban sosial yang membantu mempersatukan mereka. Hal ini
dikarenakan nilai-nilai yang mendasari sistem-sistem kewajiban sosial didukung
bersama oleh kelompok-kelompok keagamaan sehingga agama menjamin adanya
konsensus dalam masyarakat.
Ø Fungsi
Disintegratif Agama.
Meskipun agama memiliki peranan sebagai
kekuatan yang mempersatukan, mengikat, dan memelihara eksistensi suatu
masyarakat, pada saat yang sama agama juga dapat memainkan peranan sebagai
kekuatan yang mencerai-beraikan, memecah-belah bahkan menghancurkan eksistensi
suatu masyarakat. Hal ini merupakan konsekuensi dari begitu kuatnya agama dalam
mengikat kelompok pemeluknya sendiri sehingga seringkali mengabaikan bahkan
menyalahkan eksistensi pemeluk agama lain.
6.
Mengapa agama (Islam) sering dinilai sebagai penyebab
konflik sosial? Setujukah anda dengan statemen ini? Jelaskan!
Agama (islam) sering dinilai sebagai
penyebab konflik sosial ini karena banyak ayat-ayat alquran dan hadis-hadis
nabi yang proposi terbesar kedua sumber hukum islam itu berkenaan dengan urusan
muamalah (sosial) namun terdapat opnum-opnum tertentu yang tidak memahami islam
secara utuh.
Saya tidak setuju jika islam dikatakan
sebagai penyebab konflik sosial, karena pada dasarnya agama islam itu sendiri
diturunkan untuk kepentingan sosial, banyak ayat-ayat alquran dan hadis-hadis
nabi yang proposi terbesar kedua sumber hukum islam itu berkenaan dengan urusan
muamalah jika kita dapat memahaminya dengan pemahaman yang benar ini justru
agama sangat membantu dalam memahami masalah-masalah sosial.
7.
Mengapa sosiologi penting dijadikan sebagai alat untuk
memahami Islam?
Sosiologi dapat digunakan sebagai salah
satu pendekatan dalam memahami agama. Hal demikian dapat dimengerti, karena
banyak bidang kajian agama yang baru dapat dipahami secara proposonal dan tepat
apabila mengunakan jasa pengetahuan ilmu sosial.
Menurut Jalaluddin Rakhmat dalam Islam
Alternatif menunjukan lima alasan pokok untuk memahami agama melalui
pendekatan sosiologi ini. Alasan tersebut adalah sebagai berikut:
a. Dalam alquran atau kitab-kitab hadis, proporsi
terbesar kedua sumber hukum islam itu berkenaan dengan urusan muamalah. Menurut
Ayatullah Khomeini dalam bukunya Al-Hukumah Al-Islamiyah yang dikutip
Jalaluddin Rakhmat dikemukakan bahwa perrbandingan antara ayat-ayat ibadah satu
banding seratus untuk satu ayat ibadah.
b. Bahwa ditekannya masalah muamalah (sosial) dalam islam
adalah kenyataan bahwa apabila urusan ibadah bersamaan waktunya dengan urusan
sosial yang penting, maka ibadah boleh diperpendek.
c. Bahwa ibadah yang mengandung segi kemasyarakatan akan
diberi ganjaran lebih besar dari pada yang bersifat perorangan.
d. Dalam islam terdapat ketentuan bila urusan ibadah
dilakukan tidak sempurna atau batal, karena melanggar pantangan, maka
tebusannya adalah melakukan sesuatu yang ada hubungannya dengan sosial.
e. Dalam islam terdapat ajaran bahwa amal baik dalam
bidang kemasyarakatan mendapat ganjaran lebih besar dari pada ibadah sunah.
8.
Bagaimana cara memahami Islam dengan pendekatan
sosiologi?
Penjelasan
bagaimanapun tentang agama tidak pernah tuntas tanpa mengikut sertakan
aspek-aspek sosiologinya. Agama yang menyangkut kepercayaan serta berbagai
praktiknnya benar-benar merupakan masalah sosial dan sampai saat ini senantiasa
ditemukan dalam setiap masyarakat, manusia dimana kita memiliki berbagai
catatan bagaimana seharusnya menyikapi masalah ini dari sudut pandang
sosiologi. Agama telah dicirikan sebagai pemersatu aspirasi manusia, sebagai
sejumlah besar moralitas, sumber tatanan masyarakat dan perdamaian bagi
individu sebagai sesuatu yang memuliakan dan membela manusia yang beradab.
Menurut
Emile Durkheim seorang pelopor sosiologi agama mengatakan bahwa agama merupakan
sumber semua kebudayaan yang sangat tinggi.
Menurut
Thomas F.O. Dea, mengatakan bahwa agama merupakan candu bagi manusia. Agama
menunjukkan semangat aktivitas manusia dan sejumlah bentuk-bentuk sosial yang
mempunyai cara penting, mendekati aspek ekstensi manusia yang berisi aspek
kehidupan manusia.
9.
Sebutkan hasil-hasil kajian Islam dengan pendekatan
sosiologi?
·
Peristiwa
Nabi Yusuf dahulu budak lalu akhirnya bisa menjadi penguasa di Mesir,
dapat ditemukan hikmahnya dan jawabannya dengan bantuan ilmu sosiologi.
·
Mengapaa dalam melaksanakan tugasnya Nabi Musa
harus dibantu Nabi Harun, ini juga hanya dapat dijawab dan ditemukan hikmahnya
denagan bantuan ilmu sosiologi.





